Tuesday, August 10, 2010

Seni Menghindari Stres


Iseng-iseng browsing cari tips-tips tentang tekanan stres,,tiba-tiba aku liat blog yang isinya menarik buat aku (kebetulan pas banget,,dimana saat ini aku banyak mengalami tekanan-tekanan yang membuat sakit kepala sebelahku sering kambuh sehingga aku harus punya persediaan banyak buat obatnya jatah buat seminggu..hikz-hikz).

Klo dah mulai miring,,biasanya ngefeknya kemana-mana. Orang-orang yang ada disamping pasti kena, bawaanku pengen marah mulu dan mencak-mencak. Lama-lama aku khawatir juga,,,kayaknya aku harus periksa ke dokter dc!!! Belom lagi cap temen-temen ke aku,,,tukang marah-marah..waaahh,,nga asyik banget!!!

Berikut isi posting yang kubaca dari Blognya Riu_Aj (aku nga ada maksud apa-apa lho,,kebetulan situasinya sama dengan yang kualami saat ini,,maaf yaaaa...)

Sebelum melangkah jauh tentang cara menghindari stres, alangkah baiknya bila kita tahu apa arti Stres itu sendiri terlebih dahulu. STRES, menurut tulisan yang yang berhasil aku baca dari tulisannya Mbak Widyarini, MSi. Beliau mengutip pendapatnya Richard Bugelski dan Anthony M Graziano (1980) yang mendefinisikan bahwa stres adalah istilah yang digunakan para psikolog untuk menunjukkan ketegangan seseorang karena tidak mampu mengatasi tuntutan, keinginan, harapan, atau tekanan dari sekelilingnya, entah itu tuntutan dari keluarga, sahab, rekan atau pun tekanan-tekan lain yang dalam hal ini dapat mempengaruhi fisik, mental, perilaku seseorang dalam menyikapinya. Jadi dalam stres ini ada hubungannya antara individu dengan lingkungan sekitarnya.

Setiap orang pasti berbeda-beda dalam menghadapi stres. tergantung psikologis (kepribadian) tiap-tiap individu. Orang Tipe A adalah mereka yang ingin segalanya serba cepat, tidak sabaran terhadap kemajuan suatu peristiwa, bergulat keras untuk memikirkan dua atau tiga hal sekaligus, tidak dapat mengatasi waktu luang, dan terobsesi oleh bilangan yang mengukur sukses mereka dalam bentuk berapa banyak yang akan dia peroleh. (Tipe ini sesuai dengan tipe saya, Cucok banget).

Sebaliknya, orang Tipe B adalah mereka yang sabar dan tidak pernah merasakan urgensinya waktu; tidak merasa perlu menonjolkan prestasi, kecuali dituntut oleh situasi; lebih mengutamakan kesenangan dan santai; dan dapat bersikap santai tanpa rasa salah. (plis deh ! orang-orang tipe B inilah yang gw gak suka. Dongkol banget gw kalo ngadepin orang seperti tipe B ini, swerr ! makane perlu aku garis bawahi tipe yang ini, santai tanpa ada rasa bersalah. weiks......!!)...GUE DUKUNG LOE Ryuuu......by : HIFNI

Karena itulah orang yang berTipe A lebih mudah mengalami stres daripada orang Tipe B. Parahnya lagi, dari penelitian yang pernah dilakukan, orang Tipe A ini lebih mudah mendapatkan serangan jantung, darah tinggi, dan stroke. (mampus gw ! gw masih imoet gini harus kena stroke. Sumpah, gw nggak bakal rela kalo hidup seperti ini ! teganya....teganya....teganya....teganya......teganya......). *ups !

Lebih parah lagi, ternyata masih banyak dampak yang diakibatkan oleh stres ini. masih menurut Mbak Widyasari yang mengutip pendapatnya Cox (1978), stres dapat dikelompokkan menjadi 5 macam.

1. Akibat fisik.
Akibat fisik yang berhasil ditemukan pada orang yang mengalami stres antara lain detak jantung semakin cepat, tekanan darah dan gula darah meningkat, banyak mengeluarkan keringat, mulut terasa kering, sesak napas, demam, dan mati rasa.
(gw banget !)

2. Akibat psikologis.
Akibat psikologis dari stres antara lain cemas, agresif, apatis, bosan, depresi, kelelahan, frustrasi, merasa berdosa dan malu, cepat marah, murung, merasa harga diri rendah, kesepian, dan mudah gugup. (gw juga ngrasain ini) hikz-hikz..sama banget ma guee.....by Hifni

3. Akibat pada perilaku.
antara lain menjadi pencandu obat, makan banyak atau kurang nafsu makan, pemabuk dan perokok, semaunya sendiri, dan gemar mengucapkan kata-kata kotor/jorok .
(hanya dua yang sama dengan gw; kurang napsu makan plus semau gw. mo gimana lagi, mereka yang mulai nggak menggubris gw kok, nggak salah dunk kalo aku juga melakukan hal yang sama. Pepatah arab bilang "fajaza u syaiatin syaiatun mitsluha; balasan suatu kejahatan adalah kejahantan yang sama". he...he......gw githu loch !!
Sayang kali ini kita nga sama,,,,GUE MULAI NYANDU,,,,oh,tidaaaaaaakkk......hikz-hikz.....(nyandu obat sakit kepala aja sc,,hehe) by Hifni

4. Akibat kognitif,
Dampak kognitif dari stres adalah tidak mampu membuat keputusan, sering lupa, dan sangat sensitif terhadap kritik.
(kayaknya jauh banget deh ! gw nggak ngrasa tuh kalo yang ini, ato jangan-jangan gw..........) sama-sama by Hifni

5. Akibat dalam pekerjaan,
Dampaknya antara lain sering tidak masuk kerja, hubungan dengan teman kerja buruk, dan produktivitas menurun. (hanya hubungan ma teman aja yang cucok, yang lainnya jauuuuuuuuuuuhhhh !!) bener tuh,,bener...by Hifni


Perlu diketahui dalam hal ini, Stres ini tidak dapat dihindari, selalu dan selalu akan muncul dalam kehidupan kita. Mau tidak mau, ingin tak ingin, kita harus dan wajib menghadapinya dan harus tahu yang menyebabkannya. kita tetap harus mencoba menghadapinya meskipun perasaan cemas, gelisah, dan marah melanda kita. Jangan lari, Bro ! udah nggak jamannya kita lari dari permasalah. yang namanya hidup, pasti ada susah ada senang. jangan hanya mau senang aja tapi ogah dengan deritanya. nggak baik itu, Bro !. *Blagumodeon

Dalam menghadapi stres kita harus tahu seninya. Seni menghadapi stres benar-benar ada, bro !. Jadi ketika menghadapi stres kita harus bisa mengontrol kecemasan, kegelisahan, dan kemarahan dengan baik. Dengan demikian, kita tidak dikuasai oleh stres, justru mengelolanya menjadi suatu yang positif.


Ada tiga cara mengelola stres, yaitu:

1. Menghindari (avoidance).
Dalam hal ini kita harus mencoba menghindarkan diri dari hal-hal yang membuat kita stres. mengenali kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat menimbulkan stres pada diri kita. Dengan mengenali, kita dapat menjauhinya sehingga terhindar dari stres tersebut. Namun, bila terpaksa harus menghadapinya, kita lebih siap karena sudah tahu akibatnya dan dapat mengatasinya dengan lebih santai dan bijak. Contohnya, kita menghindari jalanan yang biasanya macet dengan mencari jalan lain yang lancar walaupun mungkin lebih jauh. harus tahu slintutan-slintutannya.

2. Mengalihkan stressor menjadi hal positif.
Bila kita mengetahui stressor menghadang kita, dan ini akan berakibat hingga membuat kita benar-benar menjadi stres, maka hal yang harus kita lakukan adalah mengalihkan batu sandungan itu. Contohnya, saat rasa jemu menguasai kita ketika harus menunggu seseorang kita bisa mengalihkannya dengan mendengarkan musik atau baca buku.

kalau gw sih biasanya mengalihkan rasa jemu itu dengan nonton film. gw penggemar berat film. semua jenis film gw suka, tapi bukan film indonesia lho.....maap ye kalo ada yang suka ma film indonesia, gw nggak maksud ngrendahkan film indonesia lho.... ini masalah selera. selera, Bro !

3. Mitigasi (mitigation).
Ketika menghadapi stres, Kita diharapkan dapat mengelola stres dengan efektif dengan memelihara tubuh secara baik. Cara ini dapat membantu jiwa sekaligus raga kita dalam mengendalikan atau mengontrol stres yang menimpa. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain :

a. Olahraga.
Berolahraga teratur tidak hanya membuat tubuh semakin sehat. Kita juga lebih enak tidur sehingga seluruh otot dan saraf kita dapat beristirahat dengan baik. Berolahraga sekaligus berfungsi sebagai psychological relaxer yang mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang membuat stres.

b. Rekreasi.
Dengan rekreasi kita menjauhkan pikiran dan emosi terhadap hal-hal yang membuat stres. Rekreasi sekaligus istirahat singkat sambil bergembira ria akan menyebabkan pikiran dan semangat kita segar kembali.

c. Rileks.
Rileks terbukti dapat mencegah akibat stres pada diri kita dengan menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, serta memberikan rasa tenang. Rileks dapat dilakukan dengan meditasi, latihan pernapasan dalam, tai chi, pemijatan, berdoa (zikir). Cara paling gampang adalah bernapas dengan tenang dan teratur sambil memikirkan hal-hal yang menyenangkan.

Semuanya itu akan gagal bila kita mencoba mengabaikannya, menyangkal, atau malahan lari dari stres yang dialami. karena itulah, Seni dalam menghadapi stres ini dapat kita praktekkan. kalaupun di tengah jalan belum menunjukkan hasil efektif, kita bisa berusaha lagi. kemudian Langkah terakhir yang perlu dilakukan saat menghadapi stres adalah Doa. Hanya doalah yang bisa kita lakukan bila segala cara tidak bisa. kita kembalikan masalah kita hanya pada Tuhan. karena hnaya kepada Tuhan lah kita kembali. Kita meminta dan Tuhan yang mengabulkan.

semoga bermanfaat. amin.

Posting asli : http://www.bloggaul.com/riu_aj/readblog/97127/seni-menghindari-stres

11 comments:

nietha said...

Setuju tuh, kembalikan semuanya kepada Tuhan...
aku juga suka stress sendiri kalo udah mikirin masalah yang ga kelar2 dalam hidup.
tapi kalo hidup ga punya masalah?
wah..ga ada warnanya kale

hifni said...

yaaah,,,semua sc kembali ke kitanya....hehe

nanagirl said...

iya kah ka??? knp neh kd hijau lg aweeeeeeeeeeeeeeeee
putih polos lhooo

riu_aj said...

Siiiiip dah !! Riu_aj juga berkunjung nih ke blog kamu. Moga-moga stressnya cepat hilang, ok ! Salam kenal ya......

hifni said...

riu....makasih ya,,,saling support ajaH..peace....

dee-Q said...

Mantabzzz..sob..

Nice tipzz...:)

hifni said...

dee-Q : salam kenal...

kre_thek said...

weahh.. thx infonya mas.. klo saia sh biasanya.. ngundang2in temen maen khum.. trus ngerusak komputer bareng2 :D itu seru mas.. hee.. apalagi godain ce.. :D sembuh langsung


peace..

hifni said...

ngerusak komputer bareng temen,,,,nga ah,,,klo ngerusak cewek bareng,,naaaaaa,,,,,,,

Anonymous said...

ehm...ada benernya jg sich...tips-nya..thanx..!!!
tp kdang2 qta lebih sulit ngelakuin itu semua....gmn donk??? ribet ma masalah yg kdng2 bwt qta tambah stress..!!!

hifni said...

klo sudah makin ribet dan stres nya berat....ikuti saran terakhir aja,,,kembalikan kepada Tuhan sambil terus berusaha...amin

Post a Comment

Cari di sini :

Gabung Yuk!

Guest Book


ShoutMix chat widget

Tukeran Banner :

Hifni - Story
Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own